Kategori: TULISAN GURU
-
Balada Cinta (Sepucuk Surat Untuk Ayah)
Ayah, aku ingin itu iniNanar ayah melihatnyaMiris mendengarnyaTak sanggup berkataUntuk begitu banyak pinta————————————-Ayah, liburan tibaNenek rindu kitaHanya senyum yang mengusik jiwaMana uangku, katamu————————————–Terima kasih gurukuIlmu yang kau beri berlibur di hatikuHymne yang kudendang teruntuk buatmuHidupmu selalu akan kuguguh dan tiru————————————–Ayah kau seorang guruKadang aku lupa kau hidup untuk sesamaBukan untuk kami sajaSenyum pahit untuk yang kuminta adalah manis kurasaSekarang aku tahu kau kaya bukan karena hartaTapi karena kami ada————————————————–Ayah aku bangga menjadi anakmuKau berharta di dunia dan di sana jugaMereka, aku dan dia ada karenamuDi lubuk hati kau menjadi ingatan, selamat hari guru untukmuSurat ini dari anakmu
-
SPMI Menuju Akriditasi Sekolah

Evaluasi Pelaksanaan SMPI tahun 2019 dan Penetapan Standar Baru 2020 hari ini baru dilaksanakan di sekolahku. Bukan maksud untuk melalaikan kegiatan ini, tapi karena adanya Mr. Covid dan Mrs. Corona ada beberapa kegiatan yang dengan terpaksa terundur, alhamamdulilah setelah di tunjuk panitia dengan no sk : 138/TAHUN/2020 tertanggal 05 Agustus 2020 yang terdiri dari :
- Ngantar Tarigan S. P.d / Pendamping (Peagawas Sekolah)
- Drs. Sugiarto, .M.M / Kepala Sekolah
- Khairil Anwar, S.Pd / Koordinator
- Innani Sumartini, S.P.d / Ketua
- Suprayetno, S.Pd / Sekretaris
- Riana Nensi Widianti, S. Pd/ Bendahara
Standar Kompetensi Lulusan :
- Devi Elvita S.Pd
- Sainal, M.Pd
Standar isi :
- Dra. Desharay
- Dra. Eslinda Sumartini
Standar Proses :
- Darniawaty, S.Pd I
- Dra. Eti Linsiana
Standar Penilaian :
- Hj. Siti Nurbaya AZ, SE
- Delma Sunita, S.Pd
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan :
- Danci Mulyani S.Pd
- Wiwik Yuliana
Standar Sarana dan Prasarana :
- Siti Susianti, ST
- Firgie Chindy TegiantiS,Pd. PAUD
Standar Pengelolaan :
- Priyanti, S.Pd
- Hj. Dwi Anggarini, SH
Standar Pembiayaan :
- Riana Nensi Widianti, S. Pd
- Eva Rina, SPd
Pertemuan pertama, tentunya setelah seremonial pembukaan yang biasa di laksanakan dalam setiap kegiatan di lanjutkan dengan acara pokok dimana kami seluruh Tim mulai mengerjakan tugas kami dengan menelahaan 8 standar yang sudah di laksanakan apakah masih perlu peningkatan dari tahun sebelumnya, paling tidak sekolah tetap mempertahankannya jangan sampai malah lebih mundur.
Berdasarkan rapot mutu tahun sebelumnya kami bekerja, meningkatkan standar menjadi tujuannya kami. Tentunya tidak mengabaikan apa yang menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait. Tugas pertama tentunya pemetaan mutu mencari kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh sekolah. Masalah yang tercipta serta mencari akar permasalahan, alternatif solusi untuk mengatasi masalah dan akhirnya merekomundasikan langkah yang akan di ambil untuk menuntaskanya.Rencana pemenuhan mutu dimulai dengan memprogramkan selanjunya menentukan kegiatan dengan volumenya, untuk ini tentu membutuhkan dana apakah dari dana BOS ataupun dana komite sekolah tidak lepas sumber daya dalam pelaksanaan kegiatan ini harus dipikirkan.Masih banyak kerja yang mesti kami buat untuk kemanjuan sekolah yang menyangkut semua aspek, hal ini tentunya tidak semudah membalik telapak tangan. Perlu kerja tim yang solid, tapi kami pasti jika kami bersatu tak ada satupun yang dapat menghalanginya. Demi memajukan sekolah kami dan dunia pendidikan Indonesia kami berusaha berbuat yang terbaik semoga semuanya mendapatkan berkah. Amin.
-
GURUKU

Engkau bagaikan pelita
Menyinariku dari gulita
Ilmu yang kau beri bagai cahaya
Menerangi hidupku sepanjang masa
…………………………………………..
Guruku…..
Tutur katamu membuatku meniru
Santun bahasamu selalu ku rindu
Senyumanmu membuat hatiku menggebu
……………………………………….
Lelah di raut wajahmu mengajarkan kami dengan tulus
Marah di hatimu tersembunyi dengan kesabaran yang halus
Tak pernah terlontar kalimat yang membuat kami menangis
Penuh kasih sayang mengajarkan kami menulis
……………………………………………………………….
Ku tau ada duka menyelimuti dirimu
Ketika kami berbuat salah hari itu
Nasehat-demi nasehat darimu
Masih terngiang seiring berjalannya waktu
…………………………………………………..
Guruku didikanmu menjadi contoh pada diriku
Untuk selalu tersenyum menghadapi siswaku
Kesabaran yang kau miliki
Menjadi contoh tauladan pada diri
-
Hari Terahir Dengan Office 365
Hari terakhir dari pelatihan Office 365, hanya sebagai informasi saja untuk pelatihan yang satu ini banyak sekali agihan atau tugas yang harus dibuat oleh para peserta. Sebelum kami masuk materi kami harus membuat akun office 365 yang dibuat oleh panitia dengan username dan pasword yang dikirim japri ke kami masing – masing peserta. Kemudian kami diminta untuk menginstal team baik di handphone dan laptop kami masing – masing bagi memudahkan mengikuti pelatihan ini.
Mengisi redeem pada office 365 bagi menyelesaikan kuis sebagai syarat kelulusan pelatihan ini, pada hari kedua kami juga mengisi redeem bagi menyelesaikan lagi 2 kuis setiap peserta harus melewati batas kreteria kelulusan sebelum bisa lanjut pada kuis seterusnya. Alhamdulillah 4 kuis pada hari ke -1 dan hari ke -2 sudah saya lewati. office form juga sudah dilewati dengan membuat beberapa soal beserta isi dan kunci jawaban dan juga menjadi penilaian oleh panitia untuk para peserta.
Hari ke – 3 jadwalnya pada hari Selasa pukul 13 siang terpaksa saya ikuti di sekolah, karena kami di SMA Negeri 2 Karimun guru – gurunya pulang pada pukul 13.30. Bersama beberapa kawan guru yang mengikuti pelatihan kami menyelesaikan pertemuan terakhir ini di sekolah sebelumnya pada pertemuan pertama dan kedua kami lakukan secara virtual di rumah masing – masing.
Untuk hari ketiga ini kami sebelum mengikuti pelatihan harus sudah menyetor tugas yang diberikan waktu untuk menyelesaikannya. Pukul 13 link untuk mengikuti pelatihan hari terakhir di share pata Team, materi hari ini adalah Sway. Sway seperti kita membuat power point untuk menampilkan media pembelajaran di dalam kelas. Lumayan berkeringat membuatnya, hanya ingin memberikan saran, jka ingin membuat sway sebaikanya menggunakan laptop dalam ukuran besar karena saya menggunkan notebook ukuruan 10 inc lumayan kewalahan sewaktu nara sumber memberikan materi. karena notebook kecil tentu tampilanya banyak yang disembunyikan. Sehingga nara sumber sudah sampai dimana menjelaskan saya baru sampai dimana, tapi karena semangat belajar saya tidak segan meminta nara sumber mengulang kembali materi yang diajarkan alhamdulillah satu tugas sway yang harus dikumpulkan sebagai syarat mengikuti pelatihan ini siap saya buat, tentunya masih sangat sederhana yang penting saya sudah mengerti cara mengerjakannya.
Terima kasih kepada Bapak Sahri, S.Pd. tempat bertugas beliau MAS Salafiya Kerek Tuban Jawa Timur, yang sudah dengan setia memberikan kami arahan ilmu yang bermanfaat, dengan telaten memberikan bimbingan baik chat wa grup maupun yang japri kepada beliau. Budi seseorang di kenang bukan karena ia memberi segudang uang tapi ilmu yang bermanfaat, buat teman – teman yang mengikuti pelatihan semoga kita menjadi guru pembelajar, guru yang tidak hanya mengajar tapi juga mau belajar sehingga dunia pendidikan di Indonesia maju.
Alhamdulillah, sampai tulisan ini terbit, semua tugas sudah terselesaikan semoga kami para peserta bisa memanfaatkan dan memberi inovasi dalam mempelajaran PJJ ini. Belajar adalah harga mati untuk guru, jadi jangan berhenti belajar kalau mau menjadi guru melenia. Umur tidak menjadi penghalang untuk belajar. Semoga kita semua guru di Indonesia terus belajar dan menjadikan belajar sebagai harga mati untuk seorang guru. (AZ
-
Awal Deritaku (part 22)

Samar – samar aku mendengar suara yang memanggil namaku sambil silih berganti dengan menyebutkan asma Allah ditelingaku. Perlahan aku membuka mataku, memandang wajah yang ku kenal.
“ Mak Long, Ibu dimana?”
Aku berusaha bangun dari baringku, tapi ditahan oleh Mak Long.
“ Jangan bangun dulu, syukurlah Cahaya sudah sadar.”
” Ngah, ambilkan air minum untuk Cahaya.” Suara Mak Long menyuruh Mak Ngah mengambil air. Mak Long mengusap kepalaku sambil menyebut Asma Allah dan sekali – sekali berkata kepadaku “ sabar ya sayang.” Mak Ngah menyodorkan air putih kepada Mak Long yang langsung di sodorkan kepadaku,
“ Bisa bangun sendiri?” walaupun Mak Long mengatakan itu, tetap saja Mak Long membantu aku untuk duduk supaya bisa minum air yang disodorkan kepadaku.
Setelah meminum air yang disodorkan Mak Long, aku menanyakan keadaan Ibu. “ Mak Cahaya sudah sadar, sekarang ada di kamarnya.” Mak Long memandangku meyakinkan diriku melalui tatapan bahwa Ibu tidak apa – apa.
“ Cahaya yang sabar ya, semua sudah menjadi ketentuan Allah. Barusan Mak Long menerima telepon dari pihak Laki – laki mengatakan rombongan yang akan masuk meminang mengalami kecelakan sewaktu menuju rumah pihak perempuan.” Alhamdulillah Indra masih hidup tapi masih diruang ICU, ibu dan pamannya meninggal di tempat. Jika memungkinkan mereka meminta Cahaya kerumah sakit. “ aku mendengarkan semua perkataan Mak Long dengan hati yang bercampur aduk, antara senang dan sedih sekaligus.
Aku berusaha berdiri, menanyakan kepada Mak Long kemana adikku Azmi dan Azhar.
“ Azmi, Azhar, Ngah panggilkan Azmi atau Azhar? “ suara Mak Long membahana di kamarku.
“ Azmi kemari, Mak Long panggil.” Aku mendengar suara Mak Ngah memanggil Azmi. Langkah tergesa menghampiri kamarku, Azmi menampakkan wajahnya ke kamarku.
“ Iya Mak Long ada apa?
“ Ni kakak engkau yang manggil.” Kata Mak Long
“ Ye, ada apa kak?”
“ Mi, Ibu tidak apa – apa?” tolong antar kakak ke rumah sakit pintaku kepada Azmi adikku.
“ Ibu sudah sadar, ya Ibu juga menyuruh Azmi mengantar kakak ke rumah sakit.”
Aku berusaha bangun dibantu Mak Long,
“ Yuk Mi, kita ke rumah sakit,” pintaku kepada Azmi. Mak Long masih memapah diriku sampai menuju mobil, membukakan pintu untuk diriku.
“ Mak Long Ikut.” Pinta Mak Long
“ Iya Mak Long ikut aje, biar bisa mengawasi kakak.” Kata Azmi. Kami bertiga akhirnya menuju rumah sakit. Sepanjang jalan, Mak Long selalu memelukku dan memberikan kekuatan kepadaku.
“ Mudah – mudahan Indra tidak apa – apa, berdoa Cahaya semoga Indra selamat. Menetes air mataku mendengar ucapan Mak Long. Dalam hati aku memanjatkan doa semoga Indra tidak apa – apa, menetes lagi air mataku. Sekali – sekali Mak Long menghapus air mataku jika melihat banyak air mata yang keluar.(bersambung)
-
MASIH DENGAN COVID-19

Sudah 8 bulan dengan Covid – 19 dalam kehidupan, di awal kedatangannya sempat heboh katanya tidak ada vaksin yang bisa menyembuhkannya. Tatanann kehidupan berubah, tidak boleh berkumpul secara otomatis mematikan yang namanya silaturahmi, tidak boleh bersentuhan tangan tak ada lagi jabat tangan tanda memberikan dukungan, memaafkan atau sekedar tanda sudah lama tidak bertemu. Cipaka – cipiki yang selalunya menjadi tren dalam pergaulan modern juga tidak terlihat lagi.
Ruang lingkup kehidupan menjadi sempit karenanya, tidak ada yang namanya sanak saudara sehingga hanya ada ibu dan ayah serta anak – anak saja. Tak terbayangkan jika dalam satu rumah hanya tinggal 1 orang yang kebetulan tidak suadara entah karena janda atau duda yang tidak punya anak, anak dara tua yang sudah mapan sehingga memilih hidup sendiri karena tidak tahan ditanya kapan akan menikah. Oh Covid – 19 karena dirimu yang jadi terisolasi dengan sendirinya.
Di awal kehadirianmu rumah sakit menjadi tempat tumpuan yang terjangkit, karena hanya rumah sakit yang bisa memberikan perawatan walaupun itu belum menjanjikan. Setelah banyak para medispun tertular karena dirimu, rumah sakit tidak lagi menjanjikan. Bahkan karena dirimu, ada beberapa waktu lalu rumah sakit terpaksa di tutup walau bukan pada waktu yang lama tapi kau sangat merugikan tatanan kehidupan.
Sungguh malang bagi pesakit yang setiap minggu atau bulanan yang diharuskan dokter untuk cek ulang karena dirimu mereka harus tidak datang kerumah sakit karena sudah ada pemberitahuan untuk minggu ini tidak ada pemeriksaan. Mr. Covid dan Mrs Corona kenapa kau betah jika datang bukan seperti tamu yang harusnya pulang bukan malahnya meminta menjadi warga pada satu daerah.
Hari ini ke rumah sakitpun kami di kenakan peraturan, dan harus diwawancarai seperti mau melamar pekerjaan saja. Apakah Bapak/Ibu pernah berhubungan dengan pasien Covid – 19, memangnya kenapa oh Mr Covid -19 dan Mrs Corona kau betah di dunia ini, Hari ini aku kesal padamu Mr Covid – 19 dan Mrs Corona karena dirimu aku harus menunggu karena sudah 2 minggu jadwal cek up ayahnda tertunda karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan untuk datang kepadanya. Untung saja hari ini sudah ada berita bahawa cek up sudah boleh, sedikit melegakan setelah di ambil darah untuk pengecekan semua penyakit yang dideritanya ada kemajuan. Beberapa penyakit yang memang harus di kontrol keadaanya sudah menunjukkan kearah kesembuhan, lega rasanya.
-
KENANGAN

Ketika aku membuka facebook, dan melihat postingan teman-temanku yang mengupload foto-foto lama, terbersit rasa rindu dimana keinginan untuk mengulang masa lalu yang telah menjadi kenangan, ketika kami masih berstatus Mahasiswa. Dalam foto itu aku melihat wajah-wajah yang masih lugu dan polos. Belum terlalu memikirkan tanggungjawab sepenuhnya terhadap kehidupan ini. Yang terfikir hanya bagaimana menyelesaikan studi tepat waktu, nilai mata kuliah harus lulus, dan kiriman orangtua yang sangat dinanti (duh kenapa ini yang juga terekam pada kenangan ini ya, maklum anak kos).
Jauh dari orangtua, sudah pasti sangat berat untuk berpisah, akan tetapi menuntut ilmu juga kewajiban untuk menggapai cita-cita. Masih teringat jelas, waktu itu aku meninggalkan kota kelahiranku, menuju daerah dimana aku menuntut ilmu, terasa berat sekali. Disatu sisi aku merasa senang, karena dapat melanjutkan pendidikanku dijenjang yang lebih tinggi lagi, dimana aku bisa belajar untuk mewujudkan cita-cita kecilku untuk menjadi seorang Guru.
Perasaan sedih sedikit demi sedikit mulai ku tepis, karena aku tidak boleh hanya memikirkan kesedihan, tugasku belajar bukan untuk bersedih. Setelah bertemu dengan beberapa orang teman yang kebetulan anak rantau juga, karena berasal dari daerah yang berbeda, menetap disuatu kos yang sama. Ternyata persaaan kami sama, rindu pada keluarga di kampung. Masa-masa inilah kami manfaatkan sebaik mungkin, tidak ingin mengecewakan kedua orangtua dan keluarga besar. Suka duka kami lalui bersama-sama. Baik dengan teman satu kos, maupun teman-teman satu angkatan di kampus. Tibalah waktunya kami menyelesaikan studi dan diwisuda menjadi seorang sarjana, perasaan mengharu biru dalam jiwa kami. Sedih senang tiada terkata. Senang karena telah mampu melewati masa-masa menjadi anak rantau yang jauh dari orang tua, walaupun setahun ada juga pulang kekampung maksimal dua kali. Sedih karena berpisah dengan teman-teman yang juga sudah dianggap keluarga di rantau. Ya itulah diriku, dulu sebelum melanjutkan pendidikanku kejenjang yang lebih tinggi, berpisah dengan keluarga dan meninggalkan kampungku aku juga sedih. Kini aku kembali lagi kekampungku dengan segudang harapan untuk mewujudkan impian, kembali aku teringat kenanganku dengan teman-teman seperjuanganku waktu kuliah. Semoga menjadi kenagan yang indah dalam hidupku.
https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/10/kenangan-266065?bima_access_status=not-logged
-
CATATAN SABTU

Sejak diberlakunya pembelajaran jarak jauh (PJJ) sabtu kami yang notabene berstatus guru libur datang kesekolah. Libur datang ke sekolah ya, bukan tidak bekerja. Hari sabtu biasanya ada saja Webinar tentang pembelajaran jarak jauh yang bisa di ikuti. Baik webinar yang ada jam pelaksanaannya atau hanya yang beberapa jam saja.
Tentunya hal ini banyak dimanfaatkan oleh kawan – kawan guru untuk menambah ilmu tentunya. Bukan sertifikatnya yang akan dicari tetapi ilmunya. Setuju kawan – kawan guru dengan pendapat saya., sebenarnya hari ini sabtu, 17 Oktober 2020 juga ada webinar tapi untuk sabtu ini saya tidak mengikutinya karena ada jadwal untuk mengantar ayanda tercinta untuk cek ksehatan.
Setelah operasi usus buntu 1,5 bulan yang lalu, ayahnda harus terasi ginjal menurut dokter penyakit dalam. Setiap satu minggu sekali ayahnda harus cek, tapi entah karena apa dokter yang seharusnya mengecek ayahnda tidak berada ditempat, informasi ini kami terima dari adek saya yang bungsu. Si bungsu datang terlebih dahulu ke rumah sakit untuk mengambil nomer antrian berobat ayah. Lokasi rumah sakit lumayan jauh, jika ayahnda harus pergi pagi – pagi kerumah sakit alangkah kasihannya.
Akhirnya sabtu kemaren karena tidak jadi kerumah sakit dan sudah terlanjut dirumah ayah, kami hanya ngobrol saja. Ayah bertanya mengapa terlihat seperi kecapean, saya hanya mengatakan sebenarnya 2 minggu lalu kami para wali kelas seharusnya sudah mengrip nilai PTS tapi dikarena menunggu hasil SWAB banyak guru yang belum mengumpulkan nilai. akhirnya pada senin sampai jumat kami para wali kelas harus kerja lembur untuk mengedit dan memasukkan nilai siswa ke dalam rapot. Rencanayan minggu depan kami akan memanggil orang tua untuk pembagian rapot guna berkomukinikasi tentang proses belajar mereka di rumah.
Banyak hal yang kami bicarakan, mungkin karena sudah hampir 1 bulan tidak main kerumah Ayah berbincang dengan saya, anak tertuanya banyak sedikit membuat hatinya bahagia. Apalagi setelah hasil SWAB saya keluar baru adik saya memberitahukan kepada orang tua kami bahwa saya tidak datang kerumah karena di isolasi setelah di SWAB.
Sore setelah azar, suami mengajak saya untuk jalan santai bagi menjaga kesehatan. sambil berjalan santai kami melihat beberapa orang sedang memainkan layang – layang yang sudah beberapa pekan ini menjadi permainan yang digemari oleh masyarakat Karimun. Layang – layang yang dimainkan adalah layang – layang WAW ( layang – layang dalam ukuran raksasa).
Melewati pasar, saya dan suami melihat orang yang berjualan pisang kepok istilah orang kampung kami. Yang namanya emak – emak tentu saja saya tertarik untuk membelinya, hitung – hitung untuk cemilah di malam minggu bersama keluarga anak dan cucu. 1 sisir pisang dengan berat 3,7 kg akhirnya saya bawa pulang setelah hampir 2 km kami berjalan.
Sesampainya dirumah sambil mengeringkan keringat saya membuat tepung untuk mengoreng pisang. sambil bergantian dengan suami saya yang mandi duluan akhirnya azan pun terdegar. Suami saya pergi ke Masjid sedangkan saya sholat magrib di rumah. Setelah magrib anak dan cucu saya yang kebetulan rumahnya hanya berseberang jalan raya dengan rumah saya main keruman. Jadilah pisang goreng menjadi teman malam minggu saya sambil membaca satu grup menulis yang saya ikuti.
Catatan ini untuk mengingatkan saya bahwa apapun yang terjadi keluarga adalah harta yang paling berharga yang harus disyukuri walaupun di dalamnya tidak sempurna seperti yang kita idam – idamkan. (AZ)
-
SEHAT ITU PERLU


Sudah 10 hari sejak SWAB kemaren kami keluarga besar SMA Negeri 2 Karimun, Jumat tanggal 09 Oktober 2020 selesai sholat jumat kami mendapatkan hasil NEGATIF bagi yang melakukan SWAB. Walaupun sudah dinyatakan Negatif kami keluarga besar SMA Negeri 2 Karimun sudah bertekat untuk tetap sehat dengan membuat jadwal senam dan lari sejauh 1.5 km sekali seminggu.
Untuk keadilan kami menganti hari dari hari selasa, rabu dan kamis yang di gilir setiap minggunya. Minggu ini hari selalu menjadi hari sehat kami, setelah bersenam selam 1 jam kami lanjutkan dengan berjalan santai sejauh 1,5 km dari sekolah menurun kebawah melewati kantor Mapolres dan masuk ke gang di Toko buku Salemba dan memasuki jalan kuda laut sampai di jalan antara SMA Negeri 2 Karimun dan SMK Vidya Sasana.
Lumayan membuat tubuh ini berkeringat dan membakar lemak serta berharap badan tetap sehat, tentu saja kami tidak lupa memakai masker seperti yang selalu diingatkan oleh pemerintah daerah untuk selalu menggunakan APD selama Covid – 19 yang akhir – akhir ini meningkat di tempat kami.
Sehat tidak perlu mahal yang penting mau ikut keluar keringat, melakukannya bersama – sama tentu akan lain nikmatnya. Mungkin ini salah satu yang cara mengeratkan lagi silaturahmi antara kami guru – guru di SMA Negeri 2 Karimun. Mari guru Indonesia sehatkan tubuhku jangan sampai tidak ada siswa atau karena PJJ kita hanya duduk dan tidak mengerakkan badan. Jauhi stress, selalu bahagia. Hidup pasti ada pasang surutnya maka sikapi dengan cermat, insyaallah kita akan sehat karena dalam tubuh yang sehat ada pikiran yang sehat pula.(AZ)
-
CABE SETAN

Mengkonsumsi makanan yang pedas dan hangat dengan cuaca yang sedang hujan, memberikan suatu kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sore itu cuaca yang sangat mendukung, untuk Amri dan Tono, pergi mencari kuliner yang hangat-hangat. Dari siang tadi hujan mengguyur daerahnya, dan kampung tengah pun sudah keroncongan dan memberontak untuk segera diisi. Maka mereka pun berdua berjalan kaki, menuju warung bakso yang memang letaknya tak jauh dari tempat tinggal mereka. Aroma kuah baksonya sudah tercium oleh mereka berdua, dan tak sabar lagi untuk mencicipi kuliner tersebut.
Sesampainya di warung tersebut, Amri dan Tono mencari tempat duduk yang strategis namun memang agak sulit, karena pengunjung sedang ramai, dan antri untuk memesan bakso yang akan mereka konsumsi. Kurang lebih sepuluh menit pesanan mereka datang. Dengan lahapnya mereka makan bakso, yang telah disuguhkan. Tanpa terasa keringat bercucuran menambah semangat mereka. Menambah cabe, kecap dan saus yang boleh dibilang tidak sedikit ke mangkuk baksonya, hingga tak bersisa. Minuman yang mereka pesan yaitu air jeruk peras dinginpun ludes, ternyata mereka benar-benar lapar.
Setelah mereka selesai, tak lama kemudian Amri dan Tono membayar pesanan mereka, dengan tersenyum , karena bakso yang mereka pesan sesuai dengan seleranya. Sedikit Amri bertanya, cabenya luar biasa pedasnya, dijawab dengan abang yang berjualan tadi, ya itu cabe setan. Cabe setan? memang luar biasa pedasnya. Sambil berlalu Amri bergumam, ada-ada saja cabe kok ada setannya. Apa tidak ada sebutan lain, fikirnya.