Penulis: admin

  • Sosialisasi Indeks Profesionalitas ASN

    Sosialisasi Indeks Profesionalitas ASN

    Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang selalu diperingati setiap tanggal 28 Oktober 2020, Cuti bersamat tidak membuat Guru ASN di SMA Negeri 2 duduk santai dirumah saja. Surat Edaran dari Provinsi berdasarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengukuran Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Badan Kepegawaian Negera Republik Indonesia nomor 8 tahun 2019 tentang Pedoman Tata Cara pelaksanaan pasal 17. Dalam pasal angka 12,13, dan 14 bahwa yang dimaksud dengan :

    • Pengukuran Indeks Profesionalitas adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur secara kuantitatif  tingkat profesionalitas pegawai ASN yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar penilaian dan evaluasi dalam upaya pengembangan profesonalitas ASN
    • Standar Profesionalitas ASN adalah kreteria yang digunakan untuk mengukur tingkat profesionalitas ASN yang mencakup dimensi kualifikasi, kompentensi, kinerja, dan disiplin.
    • Instrumen pengukuran Indeks Profesionalitas ASN adalah  bahan, alat, dan cara yang akan digunakan untuk mendapatkan data indeks profesional berupa indentitas pegawai, dimensi, dan deskripsi indikator.


  • KENANGAN

    KENANGAN

    Ketika aku membuka facebook, dan melihat postingan teman-temanku yang mengupload foto-foto lama, terbersit rasa rindu dimana keinginan untuk mengulang masa lalu yang telah menjadi kenangan, ketika kami masih berstatus Mahasiswa. Dalam foto itu aku melihat wajah-wajah yang masih lugu dan polos. Belum terlalu memikirkan tanggungjawab sepenuhnya terhadap kehidupan ini. Yang terfikir hanya bagaimana menyelesaikan studi tepat waktu, nilai mata kuliah harus lulus, dan kiriman orangtua yang sangat dinanti (duh kenapa ini yang juga terekam pada kenangan ini ya, maklum anak kos).

    Jauh dari orangtua, sudah pasti sangat berat untuk berpisah, akan tetapi menuntut ilmu juga kewajiban untuk menggapai cita-cita. Masih teringat jelas, waktu itu aku meninggalkan kota kelahiranku, menuju daerah dimana aku menuntut ilmu, terasa berat sekali. Disatu sisi aku merasa senang, karena dapat melanjutkan pendidikanku dijenjang yang lebih tinggi lagi, dimana aku bisa belajar untuk mewujudkan cita-cita kecilku untuk menjadi seorang Guru.

    Perasaan sedih sedikit demi sedikit mulai ku tepis, karena aku tidak boleh hanya memikirkan kesedihan, tugasku belajar bukan untuk bersedih. Setelah bertemu dengan beberapa orang teman yang kebetulan anak rantau juga, karena berasal dari daerah yang berbeda, menetap disuatu kos yang sama. Ternyata persaaan kami sama, rindu pada keluarga di kampung. Masa-masa inilah kami manfaatkan sebaik mungkin, tidak ingin mengecewakan kedua orangtua dan keluarga besar. Suka duka kami lalui bersama-sama. Baik dengan teman satu kos, maupun teman-teman satu angkatan di kampus. Tibalah waktunya kami menyelesaikan studi dan diwisuda menjadi seorang sarjana, perasaan mengharu biru dalam jiwa kami. Sedih senang tiada terkata. Senang karena telah mampu melewati masa-masa menjadi anak rantau yang jauh dari orang tua, walaupun setahun ada juga pulang kekampung maksimal dua kali. Sedih karena berpisah dengan teman-teman yang juga sudah dianggap keluarga di rantau. Ya itulah diriku, dulu sebelum melanjutkan pendidikanku kejenjang yang lebih tinggi, berpisah dengan keluarga dan meninggalkan kampungku aku juga sedih. Kini aku kembali lagi kekampungku dengan segudang harapan untuk mewujudkan impian, kembali aku teringat kenanganku dengan teman-teman seperjuanganku waktu kuliah. Semoga menjadi kenagan yang indah dalam hidupku.

     

    https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/10/kenangan-266065?bima_access_status=not-logged


  • CATATAN SABTU

    CATATAN SABTU

    Sejak diberlakunya pembelajaran jarak jauh (PJJ) sabtu kami yang notabene berstatus guru libur datang kesekolah. Libur datang ke sekolah ya, bukan tidak bekerja. Hari sabtu biasanya ada saja Webinar tentang pembelajaran jarak jauh yang bisa di ikuti. Baik webinar yang ada jam pelaksanaannya atau hanya yang beberapa jam saja. 

    Tentunya hal ini banyak dimanfaatkan oleh kawan – kawan guru untuk menambah ilmu tentunya. Bukan sertifikatnya yang akan dicari tetapi ilmunya. Setuju kawan – kawan guru dengan pendapat saya., sebenarnya hari ini sabtu, 17 Oktober 2020 juga ada webinar tapi untuk sabtu ini saya tidak mengikutinya karena ada jadwal untuk mengantar ayanda tercinta untuk cek ksehatan.

    Setelah operasi usus buntu 1,5 bulan yang lalu, ayahnda harus terasi ginjal menurut dokter penyakit dalam. Setiap satu minggu sekali ayahnda harus cek, tapi entah karena apa dokter yang seharusnya mengecek ayahnda tidak berada ditempat, informasi ini kami terima dari adek saya yang bungsu. Si bungsu datang terlebih dahulu ke rumah sakit untuk mengambil nomer antrian berobat ayah. Lokasi rumah sakit lumayan jauh, jika ayahnda harus pergi pagi – pagi kerumah sakit alangkah kasihannya.

    Akhirnya sabtu kemaren karena tidak jadi kerumah sakit dan sudah terlanjut dirumah ayah, kami hanya ngobrol saja. Ayah bertanya mengapa terlihat seperi kecapean, saya hanya mengatakan sebenarnya 2 minggu lalu kami para wali kelas seharusnya sudah mengrip nilai PTS tapi dikarena menunggu hasil SWAB banyak guru yang belum mengumpulkan nilai. akhirnya pada senin sampai jumat kami para wali kelas harus kerja lembur untuk mengedit dan memasukkan nilai siswa ke dalam rapot. Rencanayan minggu depan kami akan memanggil orang tua untuk pembagian rapot guna berkomukinikasi tentang proses belajar mereka di rumah.

    Banyak hal yang kami bicarakan, mungkin karena sudah hampir 1 bulan tidak main kerumah Ayah berbincang dengan saya, anak tertuanya banyak sedikit membuat hatinya bahagia. Apalagi setelah hasil SWAB saya keluar baru adik saya memberitahukan kepada orang tua kami bahwa saya tidak datang kerumah karena di isolasi setelah di SWAB.

    Sore setelah azar, suami mengajak saya untuk jalan santai bagi menjaga kesehatan. sambil berjalan santai kami melihat beberapa orang sedang memainkan layang – layang yang sudah beberapa pekan ini menjadi permainan yang digemari oleh masyarakat Karimun. Layang – layang yang dimainkan adalah layang – layang WAW ( layang – layang dalam ukuran raksasa).

    Melewati pasar, saya dan suami melihat orang yang berjualan pisang kepok istilah orang kampung kami. Yang namanya emak – emak tentu saja saya tertarik untuk membelinya, hitung – hitung untuk cemilah di malam minggu bersama keluarga anak dan cucu. 1 sisir pisang dengan berat 3,7 kg akhirnya saya bawa pulang setelah hampir 2 km kami berjalan.

    Sesampainya dirumah sambil mengeringkan keringat saya membuat tepung untuk mengoreng pisang. sambil bergantian dengan suami saya yang mandi duluan akhirnya azan pun terdegar. Suami saya pergi ke Masjid sedangkan saya sholat magrib di rumah. Setelah magrib anak dan cucu saya yang kebetulan rumahnya hanya berseberang jalan raya dengan rumah saya main keruman. Jadilah pisang goreng menjadi teman malam minggu saya sambil membaca satu grup menulis yang saya ikuti.

    Catatan ini untuk mengingatkan saya bahwa apapun yang terjadi keluarga adalah harta yang paling berharga yang harus disyukuri walaupun di dalamnya tidak sempurna seperti yang kita idam – idamkan. (AZ)

     

    https://nyakbaye.blogspot.com/2020/10/catatan-sabtu.html?fbclid=IwAR3Ckh_cdWO24WUZQsAexFPzodXTgLoT0oaoLEd1vfS7rGoqREljPibiqRs


  • SEHAT ITU PERLU

    SEHAT ITU PERLU

    Sudah 10 hari sejak SWAB kemaren kami keluarga besar SMA Negeri 2 Karimun, Jumat tanggal 09 Oktober 2020 selesai sholat jumat kami mendapatkan hasil NEGATIF bagi yang melakukan SWAB. Walaupun sudah dinyatakan Negatif kami keluarga besar SMA Negeri 2 Karimun sudah bertekat untuk tetap sehat dengan membuat jadwal senam dan lari sejauh 1.5 km sekali seminggu. 

    Untuk keadilan kami menganti hari dari hari selasa, rabu dan kamis yang di gilir setiap minggunya. Minggu ini hari selalu menjadi hari sehat kami, setelah bersenam selam 1 jam kami lanjutkan dengan berjalan santai sejauh 1,5 km dari sekolah menurun kebawah melewati kantor Mapolres dan masuk ke gang di Toko buku Salemba dan memasuki jalan kuda laut sampai di jalan antara SMA Negeri 2 Karimun dan SMK Vidya Sasana.

    Lumayan membuat tubuh ini berkeringat dan membakar lemak serta berharap badan tetap sehat, tentu saja kami tidak lupa memakai masker seperti yang selalu diingatkan oleh pemerintah daerah untuk selalu menggunakan APD selama Covid – 19 yang akhir – akhir ini meningkat di tempat kami.

    Sehat tidak perlu mahal yang penting mau ikut keluar keringat, melakukannya bersama – sama tentu akan lain nikmatnya. Mungkin ini salah satu yang cara mengeratkan lagi silaturahmi antara kami guru – guru di SMA Negeri 2 Karimun. Mari guru Indonesia sehatkan tubuhku jangan sampai tidak ada siswa atau karena PJJ kita hanya duduk dan tidak mengerakkan badan. Jauhi stress, selalu bahagia. Hidup pasti ada pasang surutnya maka sikapi dengan cermat, insyaallah kita akan sehat karena dalam tubuh yang sehat ada pikiran yang sehat pula.(AZ)

     

    https://nyakbaye.blogspot.com/2020/10/sehat-itu-perlu.html?fbclid=IwAR3GJ9t9qH_4S1bBWpKQOlu5ddkNgA2_3KZFpRmb0qbqT6GoKhEUtn0gIhM


  • Pelaksanaan Pengukuran Kebugaran Jasmani Oleh Petugas Kesehatan UPT Puskesmas Tanjung Balai

    Pelaksanaan Pengukuran Kebugaran Jasmani  Oleh Petugas Kesehatan UPT Puskesmas Tanjung Balai

    Berdasarkan undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal 80 dan 81. Salah satu program pemerintah dalam undang-undang kesehatan tersebut adalah upaya kesehatan olahraga yang memanfaatkan aktivitas fisik, latihan fisik, dan / olahraga sesuai kaedah kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani dengan jenis Metode Rockpot jarak lari 1600 m.


  • CABE SETAN

    CABE SETAN

    Mengkonsumsi makanan yang pedas dan hangat dengan cuaca yang sedang hujan, memberikan suatu kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sore itu cuaca yang sangat mendukung, untuk Amri dan Tono, pergi mencari kuliner yang hangat-hangat. Dari siang tadi hujan mengguyur daerahnya, dan kampung tengah pun sudah keroncongan dan memberontak untuk segera diisi. Maka mereka pun berdua berjalan kaki, menuju warung bakso yang memang letaknya tak jauh dari tempat tinggal mereka. Aroma kuah baksonya sudah tercium oleh mereka berdua, dan tak sabar lagi untuk mencicipi kuliner tersebut.

    Sesampainya di warung tersebut, Amri dan Tono mencari tempat duduk yang strategis namun memang agak sulit, karena pengunjung sedang ramai, dan antri untuk memesan bakso yang akan mereka konsumsi. Kurang lebih sepuluh menit pesanan mereka datang. Dengan lahapnya mereka makan bakso, yang telah disuguhkan. Tanpa terasa keringat bercucuran menambah semangat mereka. Menambah cabe, kecap dan saus yang boleh dibilang tidak sedikit ke mangkuk baksonya, hingga tak bersisa. Minuman yang mereka pesan yaitu air jeruk peras dinginpun ludes, ternyata mereka benar-benar lapar.

    Setelah mereka selesai, tak lama kemudian Amri dan Tono membayar pesanan mereka, dengan tersenyum , karena bakso yang mereka pesan sesuai dengan seleranya. Sedikit Amri bertanya, cabenya luar biasa pedasnya, dijawab dengan abang yang berjualan tadi, ya itu cabe setan. Cabe setan? memang luar biasa pedasnya. Sambil berlalu Amri bergumam, ada-ada saja cabe kok ada setannya. Apa tidak ada sebutan lain, fikirnya.

    https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/09/cabe-setan-251720?ba_status=valid&fbclid=IwAR3ojUCrw8bA1s3nRWnO4MOzn7ky4zLW4PR6wyoZMIF1b4Z8iRoH5UsHEBA&bima_access_status=not-logged#.X2kjUunwHfA.facebook


  • PATAH HATI

    PATAH HATI

    Hari bahagia bagi Anita telah tiba, dengan sangat bangga Ia mengenakan jubah lengkap dengan toganya. Ya hari ini Anita akan diwisuda, selama kurang lebih empat tahun Ia menyelesaikan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi. Senyum sumringah Anita tampak terpancar di wajahnya yang ayu. Setelah acara pengukuhannya sebagai seorang sarjana selesai, Anita tak lupa mengabadikannya dengan berfoto bersama kedua orangtuanya, dan tak lupa pula tentunya dengan teman-temannya.

    Senyum sumringah Anita tidak berlangsung lama, karena tanpa sengaja pandangan matanya tertuju pada pasangan yang sedang tersenyum manis yang juga sedang sibuk dengan kameranya, mereka mengabadikan momen yang sangat bersejarah pada hari ini. Dari kejauhan hati Anita mulai gelisah. Anton adalah sahabatnya, dan juga tetangga satu komplek tempat tinggal mereka, berteman sejak masih duduk di Sekolah Dasar.

    Dengan rasa penasaran Anita menghampiri Anton, yang sedang sibuk berfoto sambil tersenyum manis. Melihat Anita datang, Anton pun menyapanya, dan memperkenalkan teman wanitanya kepada Anita. Deg, jantung Anita hampir copot, tatkala Anton mengatakan kalau wanita yang diperkenalkan dengan Anita adalah tunangannya, yang tak lama lagi mereka juga akan menikah. Dengan perasaan kecewa, Anita menerima uluran tangan tunangan Anton, sambil tersenyum kecut, dan mengucapkan selamat kepada Anton dan tunangannya. Senyum sumringah Anita berganti dengan perasaan yang luka dan patah hati. Tanpa Anton ketahui Anita sebenarnya suka pada dirinya.

    https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/09/patah-hati-260015?ba_status=valid&fbclid=IwAR0YZ14JpSAWFm31YPsFawjs0BJ5tZT26Q9O_ScldzXLj3qC1XFOJeA_UM8&bima_access_status=not-logged#.X2fVqka9z3k.facebook


  • HARI KE 3 DENGAN APLIKASI ZOOM, NGERI!

    HARI KE 3 DENGAN APLIKASI ZOOM, NGERI!
    hari ketiga mengikuti sosialisasi PBLSH dari Dinas  Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun. Ternyata malam tadi sudah ada informasi lewat whatsapp grup bahwa pada hari ketiga akan menggunakan aplikasi Zoom karena setelah dua hari menggunakan aplikasi Mircosoft Team banyak kendala yang dihadapi.
    Tentunya sebagai peserta mau tidak mau harus mengikuti aturan mainnya dengan perasaan was – was. Tentu pembaca bertanya – tanya mengapa ada perasaan was – was hanya karena mengikuti sosialisasi saja. Yang membuat bukan karena sosialisasinya tapi aplikasi yang digunakan.
    Banyak informasi yang didengar menggenai aplikasi Zoom yang membisa membobol informasi pemakainya, ini yang membuat perasaan menjadi was – was. Belum lagi cuaca tidak bersahabat dari subuh tadi pagi sudah turun hujan lebat dengan petir datang menyerang bumi berazam.Tapi dengan Bismillah dan tawaqal kepada Allah bahwa ini semua untuk menambah ilmu akhinya aplikasi Zoom dengan sangat terpaksa di instal juga pada Handphone. Jika tidak di instal bagaimana mengikuti sosialisasi yang sudah 2 hari berlangsung terasa sayang.
    Setelah mengklik link yang sudah di share di whatsapp grup, masih saja menghadapi masalah ternyata hostnya belum membuka aplikasi Zoom , informasi di grup pagi ini pukul 8.15 baru akan dibuka padahal dari jam 07.30 sudah standby untuk mengikuti sosialisasi. Hanya gambar putar – putar yang dilayar handphone belum terhubung dengan aplikasi Zoom yang akan digunakan.
    Akhirnya pukul 08.45 barulah berhubung dengan meeting yang sudah berjalan beberapa menit, kicauan sudah ramai di whatsapp grup berdoa semoga hujan cepat reda sehingga tidak ada kendala lagi  untuk sosialisasi hari ketiga ini. Salah satu teman sekolah akhirnya pada jam 10 baru bisa mengikuti, pertama handphonenya meminta verifikasi untuk menginstal aplikasi Zoom, ini juga menjadi satu masalah jika kita lupa dengan pasword email. Setelah terinstal aplikasi Zoomnya ternyata untuk meeting hari ini hanya bisa menampung 100 peserta saja sehingga di layar handphone tertulis tidak bisa mengikuti meeting karena batas maksimun peserta 100 orang.
    Untungnya panitia berbaik hati, hari ini banyak sekali pengalaman baru yang diperoleh tentang Adiwiyata walaupun sudah pernah menjadi panitia Adiwiyata ternyata banyak sekali hal – hal baru yang bisa diterapkan di sekolah jika ingin mengikuti sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Belajar harga mati untuk seorang pendidik, dalam keadaan apapun harus siap di hadapi. Semoga aplikasi Zoom tidak membuat masalah seperti hujan di pagi hari tadi yang sempat membuat beberapa teman yang susah untuk join meetingnya. Semoga!