Kategori: TULISAN GURU

  • PATAH HATI

    PATAH HATI

    Hari bahagia bagi Anita telah tiba, dengan sangat bangga Ia mengenakan jubah lengkap dengan toganya. Ya hari ini Anita akan diwisuda, selama kurang lebih empat tahun Ia menyelesaikan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi. Senyum sumringah Anita tampak terpancar di wajahnya yang ayu. Setelah acara pengukuhannya sebagai seorang sarjana selesai, Anita tak lupa mengabadikannya dengan berfoto bersama kedua orangtuanya, dan tak lupa pula tentunya dengan teman-temannya.

    Senyum sumringah Anita tidak berlangsung lama, karena tanpa sengaja pandangan matanya tertuju pada pasangan yang sedang tersenyum manis yang juga sedang sibuk dengan kameranya, mereka mengabadikan momen yang sangat bersejarah pada hari ini. Dari kejauhan hati Anita mulai gelisah. Anton adalah sahabatnya, dan juga tetangga satu komplek tempat tinggal mereka, berteman sejak masih duduk di Sekolah Dasar.

    Dengan rasa penasaran Anita menghampiri Anton, yang sedang sibuk berfoto sambil tersenyum manis. Melihat Anita datang, Anton pun menyapanya, dan memperkenalkan teman wanitanya kepada Anita. Deg, jantung Anita hampir copot, tatkala Anton mengatakan kalau wanita yang diperkenalkan dengan Anita adalah tunangannya, yang tak lama lagi mereka juga akan menikah. Dengan perasaan kecewa, Anita menerima uluran tangan tunangan Anton, sambil tersenyum kecut, dan mengucapkan selamat kepada Anton dan tunangannya. Senyum sumringah Anita berganti dengan perasaan yang luka dan patah hati. Tanpa Anton ketahui Anita sebenarnya suka pada dirinya.

    https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/09/patah-hati-260015?ba_status=valid&fbclid=IwAR0YZ14JpSAWFm31YPsFawjs0BJ5tZT26Q9O_ScldzXLj3qC1XFOJeA_UM8&bima_access_status=not-logged#.X2fVqka9z3k.facebook


  • HARI KE 3 DENGAN APLIKASI ZOOM, NGERI!

    HARI KE 3 DENGAN APLIKASI ZOOM, NGERI!
    hari ketiga mengikuti sosialisasi PBLSH dari Dinas  Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun. Ternyata malam tadi sudah ada informasi lewat whatsapp grup bahwa pada hari ketiga akan menggunakan aplikasi Zoom karena setelah dua hari menggunakan aplikasi Mircosoft Team banyak kendala yang dihadapi.
    Tentunya sebagai peserta mau tidak mau harus mengikuti aturan mainnya dengan perasaan was – was. Tentu pembaca bertanya – tanya mengapa ada perasaan was – was hanya karena mengikuti sosialisasi saja. Yang membuat bukan karena sosialisasinya tapi aplikasi yang digunakan.
    Banyak informasi yang didengar menggenai aplikasi Zoom yang membisa membobol informasi pemakainya, ini yang membuat perasaan menjadi was – was. Belum lagi cuaca tidak bersahabat dari subuh tadi pagi sudah turun hujan lebat dengan petir datang menyerang bumi berazam.Tapi dengan Bismillah dan tawaqal kepada Allah bahwa ini semua untuk menambah ilmu akhinya aplikasi Zoom dengan sangat terpaksa di instal juga pada Handphone. Jika tidak di instal bagaimana mengikuti sosialisasi yang sudah 2 hari berlangsung terasa sayang.
    Setelah mengklik link yang sudah di share di whatsapp grup, masih saja menghadapi masalah ternyata hostnya belum membuka aplikasi Zoom , informasi di grup pagi ini pukul 8.15 baru akan dibuka padahal dari jam 07.30 sudah standby untuk mengikuti sosialisasi. Hanya gambar putar – putar yang dilayar handphone belum terhubung dengan aplikasi Zoom yang akan digunakan.
    Akhirnya pukul 08.45 barulah berhubung dengan meeting yang sudah berjalan beberapa menit, kicauan sudah ramai di whatsapp grup berdoa semoga hujan cepat reda sehingga tidak ada kendala lagi  untuk sosialisasi hari ketiga ini. Salah satu teman sekolah akhirnya pada jam 10 baru bisa mengikuti, pertama handphonenya meminta verifikasi untuk menginstal aplikasi Zoom, ini juga menjadi satu masalah jika kita lupa dengan pasword email. Setelah terinstal aplikasi Zoomnya ternyata untuk meeting hari ini hanya bisa menampung 100 peserta saja sehingga di layar handphone tertulis tidak bisa mengikuti meeting karena batas maksimun peserta 100 orang.
    Untungnya panitia berbaik hati, hari ini banyak sekali pengalaman baru yang diperoleh tentang Adiwiyata walaupun sudah pernah menjadi panitia Adiwiyata ternyata banyak sekali hal – hal baru yang bisa diterapkan di sekolah jika ingin mengikuti sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Belajar harga mati untuk seorang pendidik, dalam keadaan apapun harus siap di hadapi. Semoga aplikasi Zoom tidak membuat masalah seperti hujan di pagi hari tadi yang sempat membuat beberapa teman yang susah untuk join meetingnya. Semoga!

  • GERIMIS

    GERIMIS

    Gerimis turun di senja itu

    Membawa angan tak tentu dituju

    Anganku terbang bersama angin rindu

    Membuat jiwa yang menangis pilu

    ………………………….

    Gerimis kecil melanda jiwa

    Membasahi raga yang kosong merana

    Melepas tangisan yang menyesak di dada

    Mengharap hadirmu kekasih tercinta

    ………………………………

    Gerimis hilang

    Pelangi pun datang

    Indah di awan menyonsong harapan

    Harapan kan datang menjawab kenangan

     

    https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/09/gerimis-267710?fbclid=IwAR3jT_cAd5Jep1nPv9zpqo7WecFCGBQhqlgAgIOZDXEq_ShAuYupGIlRfEY&bima_access_status=not-logged#.X2FB1qSp7Y4.facebook


  • 7 TAHUN PENUH RINDU

    7 TAHUN PENUH RINDU

    Sudah beberapa hari ini, cucu pertamaku Akiif Fatahilah selalu saja bertama nenek nanti hari senin tanggal merah atau tidak? Saya tidak tahu apa maksud pertanyaan cucu pertama saya ini. Sampailah hari ahad kemaren, pertanyaan yang sama ditanyakan lagi sebelum tidur. 

    ” Nenek hari senin nanti tanggal merah atau tidak?” tentu saja ini menjadi perhatian saya, ” Abang mengapa asyik bertanya hari senin, hari senin. Tapi cucu saya tidak menjawab, akhirnya sebelum tidur malam terjawablah pertanya dari cucu saya akiif. Mamanya menuliskan dalam whatsapp grup keluarga yang isinya hanya terdiri dari Suami saya, Saya, Mamanya Akiif, Ayahnya Akiif dan kedua Om Akiif.

    sebenarnya lucu juga rasanya, kami yang tinggalnya berdekatan masih membuat grup keluarga, tapi ternyata ada manfaatnya juga, saya benar – benar lupa hari lahirnya cucu saya yang sering mengingatkan hari lahir kami adalah mamanya akiif. Setiap ulang tahun dari anggota keluarga pasti mamanya akiif yang mengingatkan dalam whatsapp keluarg kami.

    Hari senin, tanggal 14 September  adalah ulang tahun cucu saya. Masyaallah, saya benar – benar lupa ternyata ini maksud dari pertanyaan cucu saya beberapa hari ini. Lucu rasanya sambil memandang wajah cucu saya yang sudah tertidur pulas.

    Cucu pertama saya Akiif sepertinya tidak mau melepaskan peluang untuk memakan kue ulang tahun brownis, memang sudah beberapa hari ini Akiif selalu mengatakan makan kue coklat kayaknya enak. Tapi karena sering sakit gigi saya selalu melarang Akiif untuk memakan makan yang terbuat dari bahan coklat. Tapi karena hari ini hari ulang tahunnya, sebelum pulang dari sekolah menuju rumah saya mengingatkan suami untuk singgah membeli kue tart ulang tahun yang dari brownis.

    Setelah Sholat magrib kami sekeluarga berkumpul, suami saya membaca doa selamat seperti kebiasaan kami jika ada anggota keluarga yang menyambut hari lahirnya, tidak ada titip lilin walaupun ada lilinya. Suami saya memberikan sedikit nasehat kepada Akiif mengingatkan Akiif untuk rajin sholat, rajin membantu orang tua dan tidak melawan orang tua. Mungkin ini belum menjadi perhatian Akiif tapi Atok tetap memberikan nasehat.

    Akhirnya kue tart ulang tahunnya dipotong Akiif, potongan pertama disuapkan kepada Atok, giliran kedua Nenek, ketiga Ayahnya Akiif, Kedua adik Akiif Om dan yang terakhir untuk Mama akiif. Akhirnya rindu akan makan kue tart ulang tahun brownis malam ini terlunasi, bukan hanya Akiif yang bahagia kedua Adik – adik Akiif pun berebut untuk memakan kue ulang tahunya. Namanya anak – anak kue brownis menjadi favorit mereka. Melihat mereka bahagia kami yang tua – tua juga menjadi bahagia.

    Semoga doa yang kami panjatkan di ijabah Allah, semoga cucu saya selalu diberikan berkah dalam menjalani umurnya, selalu sehat, taat, dan bahagia dunia dan akhirat, Amin.

     

    https://nyakbaye.blogspot.com/2020/09/7-tahun-penuh-rindu.html?fbclid=IwAR3fhBM6RQjPxxik_qQ0tt8OK4mz7xMkycBW5pq-r_JrzQ4T00i-3VX0iiY


  • SEPERTI TOM DAN JERRY

    SEPERTI TOM DAN JERRY

    Tini adalah seorang Mahasiswi di Sebuah Perguruan Tinggi Negeri, Ia dikenal sebagai mahasiswi yang supel, enerjik, pandai bergaul dan tentunya sangat cantik, serta sedikit tomboy. Teman-teman Tini kebanyakan laki-laki. Walaupun berteman dengan laki-laki , sampai detik ini Tini masih sendiri. Dan teman-temannya, sangat segan dan sangat menghormati Tini. Mereka selalu melindungi Tini. Sikap Tini yang demikian inilah yang sangat membuat hati Tono, temannya dalam diam menaruh hati padanya. Akan tetapi Tini bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, sementara Tono tidak berani untuk mengungkapkan isi hatinya.

    Untuk menghilangkan grogi apabila berbicara dengan Tini, Tono selalu bersikap layaknya seperti Tom dan Jerry di serial film kartun anak, sehingga teman-temannya selalu meledek mereka berdua. Hal ini semakin membuat Tono tambah penasaran, sementara Tini masih tetap dengan sikap cueknya, dia hanya menganggap tidak terjadi apa-apa. Semakin di cuekin , Tono semakin penasaran.

    Ledekan dari teman-teman semakin menjadi saja, tapi Tini tetaplah Tini, sebenarnya Ia senang dengan sikap Tono yang begitu perhatian padanya walaupun mereka kerap bertengkar , tapi Tini tak pernah menaruh dendam kepada Tono, apalagi menaruh hati. Seiring berjalannya waktu , sidang wisuda semakin dekat, akhirnya Tono mencoba memberanikan diri dan mengutarakan maksudnya kepada Tini, dan akhirnya gayung pun bersambut, hati Tini pun akhirnya luluh juga.

    https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/09/seperti-tom-dan-jerry-266645?ba_status=valid&fbclid=IwAR3fhBM6RQjPxxik_qQ0tt8OK4mz7xMkycBW5pq-r_JrzQ4T00i-3VX0iiY&bima_access_status=not-logged#.X11MzwML7ME.facebook


  • TIDAK BISA BERMALAS-MALASAN

    TIDAK BISA BERMALAS-MALASAN
    Sekarang hanya 5 hari kerja  bagi kami guru – guru. Covid -19 penyebabnya. Maksud hati ingin bermalas – malasan di hari libur, setelah sholat subuh tidak seperti biasanya akan langsung menuju dapur untuk merebus air buat kopi untuk sarapan pagi.

    Tapi pagi ini setelah sholat subuh, masih duduk – duduk malas di atas  kasur sambil menyetel TV untuk melihat acara yang mungkin bisa membuat pikiran tenang dan senang. Setelah beberapa TV dilihat mata jatuh pada satu salurang TV yang menayangkan berita. Tapi fikiran tidak fokus pada berita yang ditayangkan. Akhirnya hanya membolak – balikkan siaran TV dari satu TV ke TV yang lainya, dengan malas akhirnya setelah jam menunjukkan pukul 07 pagi saya melangkahkan kaki juga menuju dapur untuk memulai merebus air dan membuat kopi HC, kopi herbal yang sudah 5 tahun terakhir ini menemani sarapan pagi.

    Suplemen herbal untuk menjaga kesehatan dan mengkonsumsi kopi susu yang akan menambah tingkat kolesterol di dalam tubuh. Sarapan pagi ini dengan mie lendir orang Karimun menyebutnya, mie kuning di kasih telor, toege serta daun sop terbawang goreng dan cabe rawit potong sementara untuk kuahnya terbuat dari bumbu kacang yang sudah diberi rempah bawang putih, bawang merah, dan spesial bumbu berupa rebusan udang sehingga menerbitkan cita rasa tersendiri.

    setelah selesai sarapan, saya melanjutkan mengemas rumah dan mengeluarkan bahan – bahan makanan yang akan dimasak untuk makan siang nanti. Sejak Covid – 19 melanda Indonesia secara umum dan daerah Karimun secara khusus, saya berusaha untuk tidak sesering mungkin mengunjungi pasar untuk menjaga kesehatan. Jadi hari ini memasak bahan – bahan yang masih ada dirumah saja, kebetulan sudah lama tidak membuat soto.

    Resep soto diambil dari youtube, resep sederhana sehingga bumbu – bumbunya untuk kuahnya sudah tersedia dirumah. Untuk bahan pokoknya mie kuning dan bihun yang ditambah dengan suir ayan serta tahu goreng yang dipotong dadu. Sambal cabe rawit, kecap manis dan saos untuk menambah enaknya soto untuk makan siang nanti.

    Semua itu menjadi rencana untuk siang sabtu ini, sehingga jam 11 ini sudah bisa menulis dua buah tulisan untuk blog yang saya selalu isi setiap hari sejak kebelakangan ini. Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta, selalu buat diri kita bahagia dengan cara sederhana.

    https://nyakbaye.blogspot.com/2020/08/tak-bisa-bermalas-malasan.html?fbclid=IwAR1fNhClg0wvsZsBqq0TE1eK-aI7M1IkMUZLZiQOC1kYRE2bylkYJVPmcQk


  • SOULMATE BEDA USIA

    SOULMATE BEDA USIA

    Cerita pagi yang harus diabadikan dalam bentuk catatan yang mungkin menjadi kenang – kenangan setelah tutup usia nanti.

    Sudah hampir 19 berteman dengan dirinya, nama lengkapnya Eva Rina dengan gelar pendidikan Sarjana Pendidikan Jurusan Biologi. Melihat gelarnya pasti sudah tahun pasti mengajar Biologi di kelas MIPA.

    Sementara saya sendiri, merupakan guru Ekonomi sesuai dengan gelar yang di sandang SE, jangan dibaca Sarjana Edan ya. Jadi teringat masa – masa kuliah di Yogyakarta kami selalu memplesetkan semua jurusan misalnya SH untuk susah hidup. Pasti semua pada heran yang satu S.Pd dan yang satunya lagi, kok bisa jadi soulmate.

    Begini ceritanya, mengenal Eva Rina sudah lama, kami adalah tetangga sedari kecil. Sementara saya adalah letingan abangnya Rizal. Umur kami berbeda 4 tahun. Saya lahir tahun 1971 sementara Eva biasa kami memanggilnya lahir tahun 1975. Kami menjadi soulmate sejak tahun 2001, Eva yang sebelumnya mengajar di SMP Yayasan Bakti Tugas masuk mengajar di SMA Negeri 2 Karimun karena sekolah kami kekurangan guru biologi. Sementara untuk saya sendiri, sudah menghonor di SMA Negeri 2 Karimun sejak tahun 1998. Cerita lengkapnya silakan baca buku Menjadi Guru Bukan (Tak) Mudah, buku perdana saya yang berISBN tentunya untuk sementara ini sudah ada tiga buku solo dan satu buku antologi sementara Eva punya 2 buku (1 buku solo dan 1 buku antologi).

    Kedekatan kami mungkin karena satu kampung dan sudah kenal sejak lama , akhirnya kami saling menyesuaikan diri. Kami sama – sama tipe pekerja keras dan suka belajar sesuatu yang baru. Ya, pasti ada yang bedanya juga, sampai sekarang saya masih takut untuk membawa motor sementara Eva setelah beberapa lama ke sekolah kami harus naik oplet, akhirnya belajar naik motor. Sejak itu dengan setia Eva selalu mengantar dan menjemput saya dari rumah ke sekolah. Sejak itu kami di sekolah di sebut dengan soulmate.

    Bukan hanya di sekolah, kegiatan di luarpun kami selalu bersama – sama. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana kami sama – sama di minta untuk mengajar di tempat les terkemuka dari Yogyakarta yang membuka cabang di Karimun. Pasti semua pada tahun dengan bimbingan belajar PRIMAGAMA. Ya, kami juga mengajar di sana bersama. Sehingga tambah lengket kata soulmate untuk kami.

    Hampir 10 tahun kami mengelola perpustakaan sekolah dengan formasi yang berbeda – beda tapi saya dan Eva paling lama menjadi petugas perpustakaan. Entah karena apa setiap pergantian kepala sekolah seingat saya dari Bapak Yatim Mustapa kepala sekolah kedua untuk saya, sementara untuk Eva adalah kepala sekolah pertama kami selalu digandengkan jika ada event – event yang dilaksanakan di sekolah. Berlanjut dengan kepala sekolah Bapak Drs. M. Rasyid Nur, Bapak Riadi, Bapak Rustam dan sekarang Bapak Drs Sugiarto.

    Sekarang, kami juga bersama – sama menekuni dunia tulis menulis dengan mengikuti Satu Guru Satu Buku ( Sagu Sabu) dan alhamdulillah sudah membuahkan hasil ini adalah gambar kami dengan buku masing – masing. Ada rasa bangga bisa menularkan sesuatu yang positip untuk teman yang selalu menjadi soulmate, tentu pertemanan tidak lepas dari beda pendapatan tapi merasa beda pendapat dapat diselesaikan dengan baik – baik. Seperti kata pepatah tidak ada gading yang tak retak, tapi jika bisa menyikapinya insyallah semuanya akan terasa indah pada saatnya. Seperti hari ini kami bangga menjadi soulmate dengan mendukung satu sama lain, sambil memegang buku karya kami. (AZ).

    https://sitinurbayaaz.gurusiana.id/article/2020/07/soulmate-beda-usia-267040?fbclid=IwAR2wM6vBompY7ZeQVe6WkVkui680ruyXbuVgY7D4kntcOdUlyh2FaW_JGdw&bima_access=0#.XyIbIxpn0Wc.facebook

     


  • BELAJAR HARGA MATI BAGI GURU

    BELAJAR HARGA MATI BAGI GURU

    Belajar menurut kamus bahasa Indonesia adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, atau berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

    Pembelajaran sepanjang hayat sangat cocok dengan keadaan pendidikan Indonesia saat ini, baik guru maupun siswa sama – sama belajar. Semua diusahakan oleh pemerintah guna mencerdaskan anak bangsa, sebagai guru kita tidak mungkin hanya berpangku tangan melihat usaha yang telah dilakukan oleh pemeritah untuk dunia pendidikan.

    Tak ada kata tidak untuk belajar, apalagi bagi seorang guru. Guru adalah contoh hidup yang menjadi pedoman bagi anak didiknya. Umur boleh tua tapi pengalaman mengajar menjadikan guru kreatif juga akan menghasilkan siswa yang kreatif.

    Dengan kemajuan teknologi, kita juga harus mau belajar menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Penggunaan laptop dan OHP juga merupakan perkembangan dari penggunaan teknologi dari pembelajaran. Sebelum menggunakan laptop dan OHP guru menggunakan media pembelajaran yang dibuat sendiri, bisa berupa carta dengan menggunakan spidol dan karton salah satu contohnya. Berkembangan zaman maka dunia pendidikan juga ikut berkembang.

    Dengan adanya epidemic Covid-19, pembelajaran dengan daring juga menuntut kita sebagai guru untuk lebih kreatif dalam pembelajaran. Tidak mungkin dalam kondisi seperti ini kita sebagai guru memaksakan diri dengan pembelajaran tatap muka dengan menggunakan media berupa power point yang ditayangkan dengan OHP. Mau tidak mau kita sebagai guru harus berdamai dengan keadaan seperti sekarang ini, sebagai guru belajar adalah cara yang paling memungkinkan. misalnya dengan menggunakan WA grup misalnya. Atau lebih canggih lagi kita guru juga bisa membuat blog yang bisa memuat bahan ajar yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Dan yang lebih keren lagi sekarang sudah banyak guru yang menggunakan Youtube untuk pembelajaran.

    Umur bukan berarti kita tidak bisa berinovatif dalam pembelajaran, ikutilah seminar – seminar yang diadakan oleh organisasi yang peduli dengan pendidikan.

    Belajar adalah harga mati untuk seorang guru, jangan berani mengatakan diri guru jika tidak mau belajar. Renungkan kembali apa yang kita lakukan setiap hari, alah bisa karena biasa. Setiap semerter kita terus berusaha belajar membuat rencana pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik dari semester sebelumnya. Belum lagi kita selalu berusaha belajar bagaimana membuat soal – soal HOT yang bisa memberi rangsangan yang lebih kepada siswa – siswa kita. Contoh lain kita belajar menggunakan berbagai metode serta pendekatan dalam memberikan pelajaran yang terbaik buat siswa – siswa kita. Bukankah itu semua adalah tanda kita belajar sepanjang hayat, hanya saja sekarang kita di tuntut belajar lagi dengan menggunakan cara daring (dalam jaringan) bukan berarti kita melupakan cara belaja)r luring (luar jaringan).

    Belajar adalah harga mati untuk seorang guru, jangan jadi guru yang mati berkreasi dengan adanya pembaharuan. Selalu buat diriku sesuatu yang hidup sehingga bisa menghidupkan jiwa dari pembelajaran itu sendiri. Hidupkan siswa – siswa kita dengan cara menghidupkan cara belajar kita sebagai guru. Belajar harga mati, semoga kita semua menghidupkan lagi dunia pendidikan dengan cara belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.

    https://sitinurbayaaz.gurusiana.id/article/2020/07/belajar-harga-mati-bagi-guru-2325555?fbclid=IwAR2kqCK2wsJvMl1EI9mRMO2EknP3Wgv_lrpr9393gDOS6HNvpzf7Rp8aTRo

     


  • MALAM MINGGU, KEJUTAN YANG TAK TERPIKIRKAN

    MALAM MINGGU, KEJUTAN YANG TAK TERPIKIRKAN

    Membiasakan diri untuk menulis setiap hari, malam ini sebelum tidur menyempatkan  untuk menulis cacatan selama sepekan dengan badan meriang dan batuk rupanya membawa berkah tersendiri.

    Malam minggu merupakan malam keluarga, setelah menyelesaikan sholat magrib meluncurkan kendaraan bersama suami dan kedua cucuku kerumah orang tua yang tidak jauh dari rumah kami. sudah dua kali malam minggu tidak berkunjung dikarenakan ada kegiatan yang tidak dapat di tinggalkan. Walaupun dengan kondisi yang kurang fit dipaksakan untuk kerumah orang tua. Adikku yang nomor empat  dua hari yang lalu datang kerumah mengantar titipan makanan dari emak yang mengetahui anaknya kurang sehat.
    Untuk mengurangi rasa penasaran orang tua dengan kondisi diriku, malam ini di paksakan untuk berkunjung kerumah orang tua. Kondisi yang kurang fit menjadi alasan untuk tidak terlalu lama di rumah orang tua, akhirnya hanya setengah jam saja malam ini bermalam minggu dirumah orang tua.
    Pulang kerumah masih bermain dengan cucu, handphone di malam minggu biasanya akan dilihat setelah menjelang akan tidur penghantar bacaan malam. Setelah hampir satu bulan setengah mengikuti kelas menulis bersama PGRI dan Om Jay, menulis satu catatan di jadikan keharusan untuk mengisi blog yang menjadi sarana menulis dari mengikuti pelatihan ini.
    Untuk malam ini, catatan yang dibuat adalah tentang kondisi badan yang kurang fit. Setelah selesai menulis dan di publish di share di kelas menulis dan ternyata ada kejutan yang menanti. Setelah mengshare tulisan mulailah melihat komen – komen yang dari pukul 4 sore tadi tidak lihat.
    Deg mata tertuju pada satu pengumuman yang di buat oleh Om Jay :
    “Inilah 9 orang Guru Blogger yang beruntung Minggu ini! – Wijaya Kusumah – Guru Blogger Indonesia. wijayalabs,com
    Bapak dan ibu guru yang omjay sayangi dan banggakan. Setelah membaca blog bapak dan ibu guru, berikut ini kami umumkan 9 orang guru blogger yang beruntung mendapatkan hadiah kejutan dari penerbit andi Yogyakarta. Kesembilan alamat blog tersebut adalah : https//wijayalabs.com/2020/07/18/inilah-9-orang-guru-blogger-yang-beruntung-minggu-ini/.
    Mengklik tautan yang tertera, membaca satu persatu nama guru – guru blogger yang mendapatkan kejutan dari Om jay. Seperti tidak percaya mata ini melihat dengan seksama tulisan pada handphone.
    Pemenang kejutan nomor 6 adalah blog nyakbaye yang aku miliki:  tips-menulis-artikel=htmlhttps://nyakbaye.blogspot.com/2020/07/cara-menembus-penerbit-nasional. Seperti tidak percaya aku membaca lagi nama – nama pemenang kejutan dari Om Jay. Benar ini nama blogku, alhamdullilah seperti tidak percaya, kejutan yang membuat hati ini senang tidak terkira. Serta merta tangan ini menekan hurup – hurup untuk menulis mengucapkan terima kasih kepada Om Jay pada WhatsApp grup belajar menulis gelombang 13.

    Kejutan yang sangat mengejutkan buat malam minggu ini, terima kasih kepada Om Jay, Nara sumber yang selalu memberikan motivasi dan tip – tip menulisnya serta teman – teman belajar menulis di gelombang 13 dengan komen – koemen yang membangun. Kejutan yang memang membuat terkejut bagi saya malam minggu ini.(AZ)


  • MENULIS APA PERLU MENULIS

    MENULIS APA PERLU MENULIS

    Menulis, semua orang pasti mau pandai menulis. Tapi apakah kita benar – benar bisa menulis itu yang perlu kita sadari. setelah mengikuti beberapa pertemuan belajar menulis bersama PGRI dan Om Jay, pertanyaan bahwa menulis bukan hal yang mustahil.

    menurut beberapa pendapat dari nara sumber yang sudah mengisi kelas menulis, menulis itu adalah proses pembelajaran yang harus di mulai dan kita konsisten dalam kehidupan sehingga kita mahir menulis.

    Menurut pak Ngainun Naim menulis perlu memiliki kunci, kunci untuk menulis itu ada beberapa :

    • Perlu ada motivasi
    • Menulis itu adalah anugrah kepada seseorang
    • Menulis memberikan keajaiban pada kehidupan
    • Jangan mudah menyerah
    • Berjejaring
    • Menulis sebanyak – banyaknya

    Menurut Drs. Jumanto M.Pd menulis adalah menulis Itu Mudah :

    1. Menulislah menulis dan menulis
    2. Tulislah tema – tema yang ada di sekililing kita
    3. Jagalah motivasi kita dalam menulis agar kita tetap bersemangt menulis
    4. Sebagai guru banyak ide yang dapat ditulis menjadi buku. Setiap KD dapat dikembangkan menjadi 1 buku pengayaan.
    5. Buatlah outline agar tulisan terarah dan konseptual, tulisan memilki hubungan timbal balik yang disajikan dengan baik. Outline memudahkan penulis menciptakan klimak yang berbeda – beda. Dengan outline akan menghindari penggarapan topik lebih dari dua kali atau lebih dan outline memudahkan penulis mencari materi pembantu.
    6. Di saat menulis hindari niat untuk mengoreksi atau mengedit. Tulis terus ide yang sedang membara.
    7. Buku yang kita tulis sesuikan dengan masa perkembangan bahasa calon pembaca buku kita. Seuaikan dengan jenjang buku sesuia UU No.3 tahun 2017 tentang Perbukuan.
    8. Di masa sekarang banyak materi yang dapat kita kembangkan menjadi buku pengayaan terutama untuk membantu anak dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh.
    9. Kendala kita dalam menulis adalah malas. Kita memiliki pengetahuan dan keterampilan menulis tetapi malas menulis.
    10. Untuk menjadi penulis bukan ditentukan bakat, menjadi penulis karena kemauan kita untuk menulis menulis dan menulis akhirnya terampil menulis.

    Menurut Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd Cara menjadi penulis :

    • Banyak membaca
    • Mencoba menulis
    • mengirimkan tulisan
    • Teruslah menulis

    Menurut M. Anwar Djaelani menulis adalah keterampilan yang harus di asah mulailah menulis dari sebuah kejadian sehari – hari.

    Menurut Wijaya Kesuma menulis adalah mulailah menulis dari kejadian dari kehidupan sehari – hari dan lihat keajaiban dari menulis setiap hari.

    menulis adalah suatu kegiatan dari membaca keadaan di sekelliling kita, setelah membaca apa yang tersirat dan tersurat. Apa itu membaca yang tersirat, membaca yang tersirat adalah hasil pengamatan kita dari kehidupan sehari – hari yang bisa kita jadikan tulisan, sedangkan membaca yang tersurat adalah dari membaca berita – berita di koran dan melihat telivisi serta alat komunikasi yang bisa menjadi bahan tulisan kita.

    Ingat menulis adalah keterampilan, keterampilan adalah proses yang secara terus menurus harus kita latih dan latih sehingga kita menjadi mahir. Menulis bukan bakat yang harus dimiliki oleh seseorang tapi keterampilan yang harus di latih sehingga mahir menulis, semoga bermanfaat dan menjadi pemotivasi kita untuk menulis.(AZ)

    https://nyakbaye.blogspot.com/2020/07/menulis-apa-perlu-menulis.html?fbclid=IwAR1rhFVJ0iBHJA1dGCvcy-bZCNblFkVobYeTu4i3-zOxIW0WQbtKYWpMwYM