







Evaluasi Pelaksanaan SMPI tahun 2019 dan Penetapan Standar Baru 2020 hari ini baru dilaksanakan di sekolahku. Bukan maksud untuk melalaikan kegiatan ini, tapi karena adanya Mr. Covid dan Mrs. Corona ada beberapa kegiatan yang dengan terpaksa terundur, alhamamdulilah setelah di tunjuk panitia dengan no sk : 138/TAHUN/2020 tertanggal 05 Agustus 2020 yang terdiri dari :
Standar Kompetensi Lulusan :
Standar isi :
Standar Proses :
Standar Penilaian :
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan :
Standar Sarana dan Prasarana :
Standar Pengelolaan :
Standar Pembiayaan :
Pertemuan pertama, tentunya setelah seremonial pembukaan yang biasa di laksanakan dalam setiap kegiatan di lanjutkan dengan acara pokok dimana kami seluruh Tim mulai mengerjakan tugas kami dengan menelahaan 8 standar yang sudah di laksanakan apakah masih perlu peningkatan dari tahun sebelumnya, paling tidak sekolah tetap mempertahankannya jangan sampai malah lebih mundur.

Engkau bagaikan pelita
Menyinariku dari gulita
Ilmu yang kau beri bagai cahaya
Menerangi hidupku sepanjang masa
…………………………………………..
Guruku…..
Tutur katamu membuatku meniru
Santun bahasamu selalu ku rindu
Senyumanmu membuat hatiku menggebu
……………………………………….
Lelah di raut wajahmu mengajarkan kami dengan tulus
Marah di hatimu tersembunyi dengan kesabaran yang halus
Tak pernah terlontar kalimat yang membuat kami menangis
Penuh kasih sayang mengajarkan kami menulis
……………………………………………………………….
Ku tau ada duka menyelimuti dirimu
Ketika kami berbuat salah hari itu
Nasehat-demi nasehat darimu
Masih terngiang seiring berjalannya waktu
…………………………………………………..
Guruku didikanmu menjadi contoh pada diriku
Untuk selalu tersenyum menghadapi siswaku
Kesabaran yang kau miliki
Menjadi contoh tauladan pada diri
Hari terakhir dari pelatihan Office 365, hanya sebagai informasi saja untuk pelatihan yang satu ini banyak sekali agihan atau tugas yang harus dibuat oleh para peserta. Sebelum kami masuk materi kami harus membuat akun office 365 yang dibuat oleh panitia dengan username dan pasword yang dikirim japri ke kami masing – masing peserta. Kemudian kami diminta untuk menginstal team baik di handphone dan laptop kami masing – masing bagi memudahkan mengikuti pelatihan ini.
Mengisi redeem pada office 365 bagi menyelesaikan kuis sebagai syarat kelulusan pelatihan ini, pada hari kedua kami juga mengisi redeem bagi menyelesaikan lagi 2 kuis setiap peserta harus melewati batas kreteria kelulusan sebelum bisa lanjut pada kuis seterusnya. Alhamdulillah 4 kuis pada hari ke -1 dan hari ke -2 sudah saya lewati. office form juga sudah dilewati dengan membuat beberapa soal beserta isi dan kunci jawaban dan juga menjadi penilaian oleh panitia untuk para peserta.
Hari ke – 3 jadwalnya pada hari Selasa pukul 13 siang terpaksa saya ikuti di sekolah, karena kami di SMA Negeri 2 Karimun guru – gurunya pulang pada pukul 13.30. Bersama beberapa kawan guru yang mengikuti pelatihan kami menyelesaikan pertemuan terakhir ini di sekolah sebelumnya pada pertemuan pertama dan kedua kami lakukan secara virtual di rumah masing – masing.
Untuk hari ketiga ini kami sebelum mengikuti pelatihan harus sudah menyetor tugas yang diberikan waktu untuk menyelesaikannya. Pukul 13 link untuk mengikuti pelatihan hari terakhir di share pata Team, materi hari ini adalah Sway. Sway seperti kita membuat power point untuk menampilkan media pembelajaran di dalam kelas. Lumayan berkeringat membuatnya, hanya ingin memberikan saran, jka ingin membuat sway sebaikanya menggunakan laptop dalam ukuran besar karena saya menggunkan notebook ukuruan 10 inc lumayan kewalahan sewaktu nara sumber memberikan materi. karena notebook kecil tentu tampilanya banyak yang disembunyikan. Sehingga nara sumber sudah sampai dimana menjelaskan saya baru sampai dimana, tapi karena semangat belajar saya tidak segan meminta nara sumber mengulang kembali materi yang diajarkan alhamdulillah satu tugas sway yang harus dikumpulkan sebagai syarat mengikuti pelatihan ini siap saya buat, tentunya masih sangat sederhana yang penting saya sudah mengerti cara mengerjakannya.
Terima kasih kepada Bapak Sahri, S.Pd. tempat bertugas beliau MAS Salafiya Kerek Tuban Jawa Timur, yang sudah dengan setia memberikan kami arahan ilmu yang bermanfaat, dengan telaten memberikan bimbingan baik chat wa grup maupun yang japri kepada beliau. Budi seseorang di kenang bukan karena ia memberi segudang uang tapi ilmu yang bermanfaat, buat teman – teman yang mengikuti pelatihan semoga kita menjadi guru pembelajar, guru yang tidak hanya mengajar tapi juga mau belajar sehingga dunia pendidikan di Indonesia maju.
Alhamdulillah, sampai tulisan ini terbit, semua tugas sudah terselesaikan semoga kami para peserta bisa memanfaatkan dan memberi inovasi dalam mempelajaran PJJ ini. Belajar adalah harga mati untuk guru, jadi jangan berhenti belajar kalau mau menjadi guru melenia. Umur tidak menjadi penghalang untuk belajar. Semoga kita semua guru di Indonesia terus belajar dan menjadikan belajar sebagai harga mati untuk seorang guru. (AZ

Samar – samar aku mendengar suara yang memanggil namaku sambil silih berganti dengan menyebutkan asma Allah ditelingaku. Perlahan aku membuka mataku, memandang wajah yang ku kenal.
“ Mak Long, Ibu dimana?”
Aku berusaha bangun dari baringku, tapi ditahan oleh Mak Long.
“ Jangan bangun dulu, syukurlah Cahaya sudah sadar.”
” Ngah, ambilkan air minum untuk Cahaya.” Suara Mak Long menyuruh Mak Ngah mengambil air. Mak Long mengusap kepalaku sambil menyebut Asma Allah dan sekali – sekali berkata kepadaku “ sabar ya sayang.” Mak Ngah menyodorkan air putih kepada Mak Long yang langsung di sodorkan kepadaku,
“ Bisa bangun sendiri?” walaupun Mak Long mengatakan itu, tetap saja Mak Long membantu aku untuk duduk supaya bisa minum air yang disodorkan kepadaku.
Setelah meminum air yang disodorkan Mak Long, aku menanyakan keadaan Ibu. “ Mak Cahaya sudah sadar, sekarang ada di kamarnya.” Mak Long memandangku meyakinkan diriku melalui tatapan bahwa Ibu tidak apa – apa.
“ Cahaya yang sabar ya, semua sudah menjadi ketentuan Allah. Barusan Mak Long menerima telepon dari pihak Laki – laki mengatakan rombongan yang akan masuk meminang mengalami kecelakan sewaktu menuju rumah pihak perempuan.” Alhamdulillah Indra masih hidup tapi masih diruang ICU, ibu dan pamannya meninggal di tempat. Jika memungkinkan mereka meminta Cahaya kerumah sakit. “ aku mendengarkan semua perkataan Mak Long dengan hati yang bercampur aduk, antara senang dan sedih sekaligus.
Aku berusaha berdiri, menanyakan kepada Mak Long kemana adikku Azmi dan Azhar.
“ Azmi, Azhar, Ngah panggilkan Azmi atau Azhar? “ suara Mak Long membahana di kamarku.
“ Azmi kemari, Mak Long panggil.” Aku mendengar suara Mak Ngah memanggil Azmi. Langkah tergesa menghampiri kamarku, Azmi menampakkan wajahnya ke kamarku.
“ Iya Mak Long ada apa?
“ Ni kakak engkau yang manggil.” Kata Mak Long
“ Ye, ada apa kak?”
“ Mi, Ibu tidak apa – apa?” tolong antar kakak ke rumah sakit pintaku kepada Azmi adikku.
“ Ibu sudah sadar, ya Ibu juga menyuruh Azmi mengantar kakak ke rumah sakit.”
Aku berusaha bangun dibantu Mak Long,
“ Yuk Mi, kita ke rumah sakit,” pintaku kepada Azmi. Mak Long masih memapah diriku sampai menuju mobil, membukakan pintu untuk diriku.
“ Mak Long Ikut.” Pinta Mak Long
“ Iya Mak Long ikut aje, biar bisa mengawasi kakak.” Kata Azmi. Kami bertiga akhirnya menuju rumah sakit. Sepanjang jalan, Mak Long selalu memelukku dan memberikan kekuatan kepadaku.
“ Mudah – mudahan Indra tidak apa – apa, berdoa Cahaya semoga Indra selamat. Menetes air mataku mendengar ucapan Mak Long. Dalam hati aku memanjatkan doa semoga Indra tidak apa – apa, menetes lagi air mataku. Sekali – sekali Mak Long menghapus air mataku jika melihat banyak air mata yang keluar.(bersambung)

Sudah 8 bulan dengan Covid – 19 dalam kehidupan, di awal kedatangannya sempat heboh katanya tidak ada vaksin yang bisa menyembuhkannya. Tatanann kehidupan berubah, tidak boleh berkumpul secara otomatis mematikan yang namanya silaturahmi, tidak boleh bersentuhan tangan tak ada lagi jabat tangan tanda memberikan dukungan, memaafkan atau sekedar tanda sudah lama tidak bertemu. Cipaka – cipiki yang selalunya menjadi tren dalam pergaulan modern juga tidak terlihat lagi.
Ruang lingkup kehidupan menjadi sempit karenanya, tidak ada yang namanya sanak saudara sehingga hanya ada ibu dan ayah serta anak – anak saja. Tak terbayangkan jika dalam satu rumah hanya tinggal 1 orang yang kebetulan tidak suadara entah karena janda atau duda yang tidak punya anak, anak dara tua yang sudah mapan sehingga memilih hidup sendiri karena tidak tahan ditanya kapan akan menikah. Oh Covid – 19 karena dirimu yang jadi terisolasi dengan sendirinya.
Di awal kehadirianmu rumah sakit menjadi tempat tumpuan yang terjangkit, karena hanya rumah sakit yang bisa memberikan perawatan walaupun itu belum menjanjikan. Setelah banyak para medispun tertular karena dirimu, rumah sakit tidak lagi menjanjikan. Bahkan karena dirimu, ada beberapa waktu lalu rumah sakit terpaksa di tutup walau bukan pada waktu yang lama tapi kau sangat merugikan tatanan kehidupan.
Sungguh malang bagi pesakit yang setiap minggu atau bulanan yang diharuskan dokter untuk cek ulang karena dirimu mereka harus tidak datang kerumah sakit karena sudah ada pemberitahuan untuk minggu ini tidak ada pemeriksaan. Mr. Covid dan Mrs Corona kenapa kau betah jika datang bukan seperti tamu yang harusnya pulang bukan malahnya meminta menjadi warga pada satu daerah.
Hari ini ke rumah sakitpun kami di kenakan peraturan, dan harus diwawancarai seperti mau melamar pekerjaan saja. Apakah Bapak/Ibu pernah berhubungan dengan pasien Covid – 19, memangnya kenapa oh Mr Covid -19 dan Mrs Corona kau betah di dunia ini, Hari ini aku kesal padamu Mr Covid – 19 dan Mrs Corona karena dirimu aku harus menunggu karena sudah 2 minggu jadwal cek up ayahnda tertunda karena pihak rumah sakit tidak mengizinkan untuk datang kepadanya. Untung saja hari ini sudah ada berita bahawa cek up sudah boleh, sedikit melegakan setelah di ambil darah untuk pengecekan semua penyakit yang dideritanya ada kemajuan. Beberapa penyakit yang memang harus di kontrol keadaanya sudah menunjukkan kearah kesembuhan, lega rasanya.

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2020
MICROSOFT INNOVATIF EDUCATOR (MIE) TRAINER,
Mengadakan “Pelatihan Pemanfaatan Office 365 dalam Pembelajaran”
Pada: 15 – 17 November 2020
Pukul 13.00 – 15.00 WIB
Fasilitas:
1. Akun Office 365 Pendidikan
2. OneDrive kapasitas penyimpanan 5 TB
3. Sertifkat 32 JP dari Microsoft
Syarat peserta:
1. Guru/Tenaga Kependidikan
2. Belum pernah mengikuti pelatihan Office 365
3. Aktif dalam pelatihan
Materi:
1. Microsoft Educator Community (MEC)
2. Microsoft Teams
3. Microsoft Forms
4. OneDrive dan Office Online
5. Sway
6. OneNote ClassNotebook
Trainer:
SAHRI, S.Pd.
MIE Trainer
Pendaftaran 1- 5 Nov. 2020
di: http://bit.ly/daftarpjjoffice365
