TULISAN GURU

KENANGAN

Eva Rina, S.Pd

Ketika aku membuka facebook, dan melihat postingan teman-temanku yang mengupload foto-foto lama, terbersit rasa rindu dimana keinginan untuk mengulang masa lalu yang telah menjadi kenangan, ketika kami masih berstatus Mahasiswa. Dalam foto itu aku melihat wajah-wajah yang masih lugu dan polos. Belum terlalu memikirkan tanggungjawab sepenuhnya terhadap kehidupan ini. Yang terfikir hanya bagaimana menyelesaikan studi tepat waktu, nilai mata kuliah harus lulus, dan kiriman orangtua yang sangat dinanti (duh kenapa ini yang juga terekam pada kenangan ini ya, maklum anak kos).

Jauh dari orangtua, sudah pasti sangat berat untuk berpisah, akan tetapi menuntut ilmu juga kewajiban untuk menggapai cita-cita. Masih teringat jelas, waktu itu aku meninggalkan kota kelahiranku, menuju daerah dimana aku menuntut ilmu, terasa berat sekali. Disatu sisi aku merasa senang, karena dapat melanjutkan pendidikanku dijenjang yang lebih tinggi lagi, dimana aku bisa belajar untuk mewujudkan cita-cita kecilku untuk menjadi seorang Guru.

Perasaan sedih sedikit demi sedikit mulai ku tepis, karena aku tidak boleh hanya memikirkan kesedihan, tugasku belajar bukan untuk bersedih. Setelah bertemu dengan beberapa orang teman yang kebetulan anak rantau juga, karena berasal dari daerah yang berbeda, menetap disuatu kos yang sama. Ternyata persaaan kami sama, rindu pada keluarga di kampung. Masa-masa inilah kami manfaatkan sebaik mungkin, tidak ingin mengecewakan kedua orangtua dan keluarga besar. Suka duka kami lalui bersama-sama. Baik dengan teman satu kos, maupun teman-teman satu angkatan di kampus. Tibalah waktunya kami menyelesaikan studi dan diwisuda menjadi seorang sarjana, perasaan mengharu biru dalam jiwa kami. Sedih senang tiada terkata. Senang karena telah mampu melewati masa-masa menjadi anak rantau yang jauh dari orang tua, walaupun setahun ada juga pulang kekampung maksimal dua kali. Sedih karena berpisah dengan teman-teman yang juga sudah dianggap keluarga di rantau. Ya itulah diriku, dulu sebelum melanjutkan pendidikanku kejenjang yang lebih tinggi, berpisah dengan keluarga dan meninggalkan kampungku aku juga sedih. Kini aku kembali lagi kekampungku dengan segudang harapan untuk mewujudkan impian, kembali aku teringat kenanganku dengan teman-teman seperjuanganku waktu kuliah. Semoga menjadi kenagan yang indah dalam hidupku.

 

https://evarinaspd172730.gurusiana.id/article/2020/10/kenangan-266065?bima_access_status=not-logged

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close